96

1078 Kata

POV Rasya "Kenapa kamu tega mencemarkan nama baik keluarga Tante, Ras?" Aku hanya bisa menghela napas, merasa serbasalah. Disatu sisi tak ingin melakukan hal itu karena Tante Maya memang tak bersalah, tapi aku juga tak mau membuat Puspita kepikiran lalu ujung-ujungnya berdampak pada psikologinya. Sudah banyak sekali ujian yang menimpanya, mulai dari kehilanagn Papa, kepergian Shaliha, dan Mama yang tak bisa dihubungi. Sebagai suami, walau perbuatan Puspita membuatku mengganjal, aku harus tetap mendukungnya. Mungkin memang benar kata Ibu, Dewa sekali-kali harus diberi pelajaran. Biar manusia itu instrospeksi diri dan tidak berulah lagi. "Rasya, tolong hapus komik-komik itu. Coba ingat baik-baik, Nak, dulu kamu dan Dewa sangat dekat." Perasaanku berubah muram teringat semuanya. Sangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN