Part 94

1300 Kata

"Bu, lihatlah apa yang Puspita lakukan." Mas Rasya bangkit berdiri, dengan cepat tangannya merebut HP-ku. Ibu dan bapak saling menatap. "Berapa kode pengamannya?" Tatapan Mas Rasya tertuju pada jari telunjuknya di layar HP. Karena bapak dan ibu terus memperhatikan, akhirnya kusebut tanggal lahir Shaliha. Mas Rasya menatapku cukup lama sebelum membukanya, ia sentuh aplikasi sss kemudian menghadapkan layar terang itu pada mertuaku. Bapak terlihat terkejut, sementara ibu bergerak mendekat, tatapannya begitu fokus pada gambar kartun mirip mama Dewa bersamaku di dalam mobil. Aku mengenakan gaun pengantin, terlihat begitu cemas. "Ini kamu yang buat, Pus?" Suara ibu lirih dengan tatapan terus ke HP seolah tak percaya. Telunjuknya menyentuh bagian wajah kartun mama Dewa dan ia menyipitkan mata.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN