POV Mira "Kak." Yang kupanggil langsung menoleh, ia urung menapaki tangga melihatku berjalan cepat ke arahnya. Akhir-akhir ini, jarang ada perbincangan di antara kami. Ia lebih banyak mengurung diri di kamar depan kamar kami. Aku sudah tak tahan lagi dengan sikapnya jadi memutuskan bertanya. "Ada apa?" Ia mengernyit heran karena aku hanya berdiam diri memandanginya. "Aku heran, kenapa kamu tiba-tiba bersikap begini padaku. Kalau aku salah, katakan apa salahku. Jangan bersikap seperti anak kecil begini." Tatapannya menajam dengan bibir melekuk sinis. Lalu ia tertawa kecil. "Mira-Mira, coba kamu ingat-ingat apa yang telah kamu lakukan di belakangku. Selama ini, aku sudah mencoba menjadi suamimu yang baik. Tapi, kamu apa?" Ia mendesah sebal. Tangannya melepas dasi di lehernya lalu membu

