POV Mira "Apa kamu pikir ini lelucon, Kak?!" Kulempar tas ke arahnya saat ia menatapku seolah tak terjadi apa-apa. Kak Satria hanya menatapku tanpa mengatakan apa pun. "Kak, maksudmu apa sebenarnya?!" ucapku setengah berteriak, mengacuhkan tatapan tak suka ibu juga perempuan di samping Kak Satria. "Bu, aku pergi dulu." Suamiku itu akhirnya berdiri, membuat ibu langsung menatapnya tak senang. "Mau ke mana kamu? Kita harus membicara--" Mata ibu membeliak lebar saat Kak Satria menggenggam tanganku, lalu menarikku keluar. Sampai teras, langsung kutepis tangannya. "Kamu bilang, ndak akan nikah sama dia jika aku mau belajar mencintaimu, Kak!" "Jadi, maksudmu apa bersikap begini padaku? Kamu menyuruhku bersiap-siap, lalu ini yang kamu lakukan!" Kupukul dadanya sekuat tenaga, sedikit lega r
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


