POV Mira "Nanti aku pulang cepat," kata Kak Satria saat aku mengantarnya menuju pintu. Bukan murni kemauan sendiri, tapi karena ada ibu di rumah. Mertuaku itu pagi-pagi sudah datang kemari membawa gulai kambing kesukaan Kak Satria. "Kalau ibu bicara macam-macam padamu, abaikan saja." Kak Satria memandangku dengan wajah cemas. Aku mengangguk kecil, aku tahu betul sikap ibu jadi memilih bersikap santai. Kak Satria mendekat lalu mengecup keningku. Aku hanya memandangnya, tak senang dengan perbuatannya tapi memilih membiarkannya saja. Nanti setelah berhasil menghapus rekaman di HP-nya, barulah ajukan gugatan cerai. Ia tak akan lagi punya senjata pamungkas untuk mengancam istrinya ini. Tatapanku mengikuti langkah Kak Satria yang berjalan pelan menuju mobilnya, sesekali ia menoleh ke belaka

