JPU 47

1359 Kata

“Emhh,” lenguh Clarissa Clarissa menggeliat karena merasa terganggu dalam tidurnya. “Bangun yuk, kita sholat subuh!” bisik Darren dengan suara lembut “Pukul berapa, mas?” “Pukul lima pagi, sayang.” Clarissa membuka mata setelah mendengar jawaban suaminya. Saat matanya terbuka Darren adalah orang pertama yang ia lihat. Ia tersenyum tipis menatapnya. “Selamat pagi istriku!” “Selamat pagi, mas!” Cup Darren mencium bibir istrinya sekilas. “Nyenyak banget tidurnya, hm?” Clarissa mengangguk pelan. Matanya masih setengah terpejam, tapi ia mampu mendengar perkataan suaminya. “Hmm.. udaranya cukup dingin, mas. Clarissa malas bangun.” “Harus bangun, sayang! Kita belum sholat subuh.” “Hmm.. ini bangun!” Mata Clarissa terbuka sepenuhnya. Dengan bantuan Darren ia berhasil menegakka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN