Dugh “Eh,” Zahira tersenyum bahagia sembari menatap suaminya. “Kenapa, sayang?” “Adik nendang lagi, mas.” “Oh, ya?” Darren langsung menempelkan pipinya pada perut buncit Clarissa. Wajahnya berseri menunggu buah hatinya kembali menendang. Darren begitu excited menunggu. “Mana sayang?” Dan… Dugh Darren merasakan tendangan kecil itu. Ia mendongak menatap wajah istrinya dengan mata berkaca-kaca. “Sayang, kamu merasakannya juga kan?” Clarissa mengangguk. “Iya, mas. Clarissa juga merasakan.” “MasyaAllah.” Mereka sama-sama merasakan tendangan kecil itu. Darren adalah orang yang paling bahagia ketika merasakan tendangan itu. Bahkan rasa bahagianya melebihi yang dirasakan Clarissa. “Sayang, akhirnya mas merasakan juga.” ujar Darren dengan suara bergetar menahan tangis Darre

