JPU 25

1337 Kata

Dua bulan kemudian “Huek..” “Huek..” “Huftt..” Clarissa menghela nafas setelah membasuh mulutnya dengan air. Entah kenapa sejak kemarin perutnya terasa mual. Nafsu makannya berkurang, bahkan saat ini tubuhnya terasa lemas. Semalaman Clarissa mencoba untuk tetap baik-baik saja di hadapan Darren agar suaminya tidak khawatir. Kepalanya terasa pusing membuat dirinya tidak bisa beraktivitas seperti biasa. “Ya Allah, ada apa dengan diriku?” gumamnya “Sebaiknya aku periksa ke dokter sebelum semakin parah. Aku tidak ingin membuat Mas Darren khawatir dengan kondisiku.” Clarissa berjalan menuju lemari untuk mengambail gamis serta hijab panjang. Setelah ini ia akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya. Clarissa tidak ingin menyusahkan suaminya jika ia sakit. Dengan langk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN