Bab 35: Dosa Yang Manis

1393 Kata

Ponsel satelit di tangan Amara terasa lebih berat daripada senjata apa pun yang pernah ia pegang. Di sekelilingnya, hutan Kalimantan seolah membisu, memberikan panggung bagi suara yang merambat melalui gelombang elektromagnetik itu. Suara itu bukan sekadar rekaman AI atau simulasi digital yang ia hadapi di dalam bunker tadi. Ada desah napas, ada jeda manusiawi yang penuh dengan manipulasi emosional yang hanya dimiliki oleh kakaknya, Arisanti. "Bagaimana rasanya menjadi pahlawan, Adikku?" suara itu terdengar tenang, hampir seperti seorang ibu yang sedang memuji anaknya setelah memenangkan perlombaan sekolah. "Kau melakukan pekerjaan yang luar biasa. Thomas adalah parasit, dan Sang Arsitek hanyalah orang tua yang terobsesi dengan masa lalu yang tidak bisa ia kendalikan. Aku butuh seseorang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN