Bab 36: Labirin Kebohongan

1496 Kata

BAB 36: LABIRIN KEBOHONGAN Udara laut yang hangat di pulau pribadi itu mendadak terasa mencekam seperti es bagi Amara. Kata-kata yang merambat melalui alat komunikasi kecil di telinganya menghancurkan satu-satunya fondasi harapan yang ia miliki. Pria yang baru saja ia tangisi sebagai pahlawan, pria yang baru saja ia anggap sebagai belahan jiwa di tengah api Kalimantan, kini dituduh sebagai bagian dari rencana besar kakaknya sendiri. Amara berdiri terpaku di balkon, membiarkan angin laut mempermainkan rambutnya sementara matanya tertuju pada sosok Arisanti yang masih sibuk berdebat di telepon beberapa meter darinya. "Jika kau bukan Raka yang aku kenal, lalu siapa kau sebenarnya?" bisik Amara dengan suara yang hampir tidak keluar dari kerongkongannya. Suara di seberang sana hanya menyisak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN