BAB 24: LABIRIN DI ATAS AWAN

1017 Kata

Debu dari pintu besi yang jebak masih menggantung di udara saat Raka melepaskan tembakan pertama. Suara ledakan pistol di ruangan sempit itu memekakkan telinga, namun Amara tidak mematung. Ia bergerak seperti bayangan, merayap di bawah level pandangan lawan dan menggunakan tumpukan peti kayu sebagai pelindung. Dua pria berpakaian taktis Vanguard ambruk di ambang pintu, namun suara langkah kaki yang lebih banyak terdengar dari arah tangga. "Kita tidak bisa keluar lewat depan!" teriak Raka sambil menarik Amara menuju jendela kecil yang menghadap ke arah gang sempit di belakang asrama. Raka menendang bingkai jendela hingga hancur. Di bawah sana, kegelapan Geylang tampak menganga, namun ada jembatan jemuran besi yang menghubungkan bangunan ini dengan flat di seberangnya. Amara memanjat kelua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN