Cahaya lampu neon dari koridor rumah sakit Mount Elizabeth Singapura memantul pada lantai marmer yang terlalu bersih, menciptakan suasana yang mencekam bagi siapa pun yang sedang menunggu kepastian. Amara duduk di sebuah kursi besi dingin, matanya tertuju pada pintu ruang operasi yang masih menyalakan lampu merah tanda pembedahan sedang berlangsung. Pakaiannya masih bernoda darah dan debu dari atap Geylang, namun ia menolak untuk berganti pakaian atau bahkan sekadar membasuh wajahnya. Ia ingin noda itu tetap di sana sebagai pengingat akan pengorbanan yang baru saja dilakukan Raka untuknya. Di tangannya, ponsel satelit itu terus bergetar tanpa henti. Notifikasi dari berbagai kantor berita internasional masuk seperti air bah. Skandal Vanguard Global: Runtuhnya Kerajaan Bayangan Asia Tenggar

