BAB 19: TAHTA YANG BERDARAH

1125 Kata

Lampu kristal di ruang rapat utama Arisanti Corp berpijar dingin, memantulkan wajah-wajah tegang dari dua belas orang dewan komisaris yang duduk melingkar. Suasana di dalam ruangan itu sangat mencekam. Kabar mengenai baku tembak di Gunung Salak dan penangkapan Arlan sudah menyebar seperti api di atas tumpahan bensin melalui saluran berita pagi. Mereka semua menunggu dengan napas tertahan, bersiap untuk menghakimi wanita yang mereka anggap sebagai sumber kekacauan ini. Pintu ganda ruang rapat terbuka dengan dentuman pelan namun tegas. Amara melangkah masuk dengan setelan blazer putih gading yang sangat rapi. Tidak ada jejak lumpur atau kelelahan di wajahnya, meskipun ia baru saja melewati malam paling mematikan dalam hidupnya. Rambutnya disanggul rapi ke atas, memperlihatkan garis rahangny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN