Identitas Palsu

2109 Kata

Keesokan paginya … “Ngghh ….” Callara mengerjap, kelopak matanya berat. Angin laut pagi menyapu rambutnya, membawa aroma asin dan dingin. Pasir lembut menempel di pipinya dan baju tipisnya. Ada sesuatu yang hangat di sekeliling pinggangnya. Sesuatu yang … berat. Sesuatu yang berotot. Dan … telapak tangan besar yang tergeletak tepat di daadanya. Callara berhenti bernapas. Hah …? Matanya terbuka penuh, ia menunduk. Oh. OH! Itu bukan hanya tangan besar. Itu tangan besar milik pria asing dengan tinggi hampir dua meter di sampingnya, yang dadanya naik turun berat, tubuhnya terbaring telanjaang setengah dengan celana basah, perban di dadanya bocor sedikit, rambut hitamnya kusut menempel di kening. Dan mereka berdua tidur … di pasir. Ya, berduaan. Dengan posisi yang intinya kalau Mama L

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN