Apakah semuanya aman-aman saja? Tentu tidak! Beberapa keamanan gegas mendekati mereka. Deni pening tujuh keliling, perempuan jika sudah berkelahi memang selalu disetai kerusuhan. “DIA MENYERANGKU. IBUNYA MENAMPAR IBUKU!” pekik Vira. “Perempuan itu sinting! Aku hanya ingin bicara dengan abangku tapi dia justru menyakitiku!” Lia sudah membuka mulut, Deni pun bersiap menumpahkan kata. Namun ternyata, Haya lebih sigap! “Perempuan ini maling! Dia mengambil dompetku!” ujar Haya. Tak mau kalah, berapa-api. Vira dan Heni sontak mengerutkan kening. Tak beda dengan Deni dan Lia. Sungguh mereka tak habis pikir, bagaimana bisa skenario pertengkaran berubah menjadi pencurian. “Apa kamu bilang?” tanya Heni, rautnya antara panik dan linglung. “Lihat! Tidak ada dompet dalam tasku,” ujar Haya lagi se