Lia loading sesaat, berusaha mencerna ke-absurd-an yang Vira katakan. Hanya beberapa detik karena kemudian … ia terbahak. Bahkan bayi di kandungannya ikut tersentak. “Maaf, Nak … maaf. Ada yang ngelawak di depan kita,” kekeh Lia. Deni mendengus, Haya menggeleng. Sepertinya mereka harus segera bersiap sebelum Lia mengeluarkan jurusnya. “Apakah p*****r sekarang sebegitu beraninya menggoda target bahkan di hadapan istri sahnya? Apa kau pikir suamiku sebodoh itu untuk memilih sampah sepertimu? Kau bilang siapa dirimu? Keluarga suamiku? Kau mengatakan dirimu keluarga karena sekarang suamiku adalah seorang dokter ternama? Kau kemanakan makna keluarga itu saat suamiku kecelakaan dan butuh perawatan?” ujar Lia dalam bahasa Inggris dan dengan suara tinggi. Kini … Deni dan Haya menganga, semua p