Ekpektasi Zayn mungkin sedikit berlebihan, dia berpikir Belva akan menjemput mereka di bandara, rupanya tidak diketemukan batang hidung sang istri di sana. Padahal Zayn rutin mengiriminya kabar, sejak pernerbangan, jadwal kedatangan dan estimasi waktunya sampai di bandara Soekarno-Hatta. Hanya keluarga Aina yang ikut menjemput, juga perawat yang kabarnya sudah dikontrak oleh ayah Aina untuk merawat ayah Zayn. Kondisi kesehatan Ayah Zayn memang tampak membaik, itu sebabnya dia diperbolehkan terbang. Dengan kursi roda, didorong tubuh Altan menuju mobil yang telah menunggu. Mobil berukuran besar milik ayah Aina. Zayn mencoba berpikir positif, mungkin memang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan oleh sang istri di kantor. Hingga setelah dia membantu ayahnya naik ke mobil, memasukkan k