Siang itu, di parkiran motor, Musa yang sudah duduk manis di atas motor, tengah memasang helm. Sedangkan Moza menaiki motor, membonceng di motor yang sama yang dinaiki Musa. Serombongan senior yang tak lain adalah teman-teman Musa, tampak bersiul di parkiran tak jauh dari tempat Musa. “Gue jadi kepingin cepet- cepet nikah ini,” celetuk salah seorang bergigi maju membuat temannya langsung menoyong kepalanya dnegan gulungan buku. Si gigi maju pun menggaruk- garuk kepalanya yang ditumbuhi rambut gimbal hingga rambut keribonya itu pun semakin berantakan. “Bulan madu mulu nih,” sahut yang lain. “Musa juga yang enak. Semuanya dapet.” “Cihuuuuy… aseeek.” Anak-anak berseru girang melihat Musa yang malah sengaja memanas- manasi dengan menarik tangan dari belakang Moza ke perutnya. Sem