“Kin, are you okay?” tanya Samudra sambil mengelus rambut Kinara yang sedari tadi membalikan tubuhnya menatap jendela mobil yang membawa mereka pulang ke arah rumah Kinara. Kinara hanya diam lalu menganggukan kepalanya perlahan, saat menyadari bahwa mereka sudah sampai. Mobil pun melambat dan akhirnya benar-benar berhenti depan rumah. Perlahan Samudra turun dan membantu Kinara untuk turun dari mobil. “Mas– biaya bajunya nanti aku ganti ya,” ucap Kinara pelan ketika mereka berdua berdiri berhadapan. “Gak usah. Anggap saja ini adalah service paket lengkap jasa sewa pacar pria sekelasku. Aku ini bayarannya mahal loh.” “Ck! Apaan sih mas Sam, matre banget!” sungut Kinara. “Eh! Kamu jangan pikir aku nolong gratis! Suatu hari nanti aku akan minta bayarannya,” ucap Samudra sambil menatap

