Bab 19. Amarah yang tak lagi ditahan

1280 Kata

Kinara menghempaskan tangan Samudra yang mencengkram lengannya erat ketika mereka berdua masuk ke dalam rumah. Deru suara mobil Fey yang meninggalkan halaman rumah membuat Kinara kembali menoleh kearah pintu. Samudra segera menahan tubuh Kinara yang bergerak kembali menuju pintu hingga harus memeluknya dari belakang. “Lepas!” Kinara melepaskan dirinya dari pelukan Samudra dan menatap pria itu dengan tatapan penuh kemarahan. “Mas Samudra gak berhak untuk atur hidupku!” pekik Kinara kesal. “Ohya?! Sepertinya ada yang lupa kalau beberapa bulan yang lalu ada yang menangis tersedu-sedu karena Fey sudah bertunangan dengan kekasihnya!” “Tapi dia lakukan itu karena terpaksa!” “Apapun alasannya, dia gak pilih kamu! Kali ini kamu yang menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka! Sadar kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN