DESAHAN MAUT

918 Kata

Aruna merasakan dinginnya kasur yang ia tiduri itu. Rasanya punggungnya yang pegal setelah beberapa jam perjalanan panjang itu terbayar sudah. Kedua matanya masih terpejam sambil menikmati elusan halus dan wangi sprei yang membuatnya semakin melayang. Rasa panas di dalam tubuhnya mulai menghilang tapi rasa inginnya semakin tak tertahankan. "Ahhh ..." Satu kalimat desahan yang lirih terucap dari bibir mungilnya membuat seluruh tubuhnya bergetar tak karuan. Di dalam kamar mandi, Aksara semakin tak kauasa menahan gairahnya. Ia sudah mandi dan mengguyur tubuhnya sendiri dengan air shower. Namun, tak berhasil. Daya hasratnya malah semakin tinggi. Perkututnya malah semakin tegang dan terlihat panjang. Istilah anak jaman sekarang 'Menot'. Aksara benar -benar frustasi. Ia tidak tahu harus baga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN