Aruna tak berkutik sama sekali. Tangannya berada di atas meja makan dengan sendok garpu lengkap. Ia melirik sekilas ke arah Aksara yang juga sedang melirik ke arahnya. Aruna tidak bisa mendapatkan jawaban yang pas. Aksara kembali menatap Mama Jeni. "Ma ... Jangan merusak suasana makan siang. Biarkan Runa makan dulu," bela Aksara pada Mama Jeni. Mama Jeni menatap Aksara dan tersenyum simpul. Ia tahu, putranya benar -benar sayang dan serius dengan Aruna. Kalau tidak mana mungkin Aruna di bela mati -matian oleh Aksara. "Ya sudah makanlah ... Mama mau buat sesuatu dulu ya ..." ucap Mama Jeni tersenyum penuh arti. Mama Jeni meninggalkan Aruna dan Aksara di meja makan. Ia masuk ke dalam dan membuatkan sesuatu yang segar di dapur sambil memantau anak dan menantunya. Tidak lama, Aksara nampa

