Tiba-tiba Desinta menyeruak di antara mereka, menghirup batang rokok yang dinyalakannya dan mengembuskan asapnya ke udara. Satu tangan mendekap di d**a. “Sudah selesai dramanya?” tanya Desinta acuh, untuk kali pertama semua yang ada di sana melihat pandangan wanita itu yang tampak dingin, tak ada lagi suara manja yang dibuat-buat. Dia begitu dingin dan cuek. Semua menatapnya tanpa bicara apa-apa, “Keilana, Marsha, ayo ikut aku,” ujar Desinta berjalan meninggalkan mereka, di salah satu tempat sampah yang khusus digunakan untuk membuang puntung rokok, dia menekan api rokok itu hingga mati dan meninggalkan puntung rokok yang tinggal setengah itu, sepertinya dia cukup lama berada di sana menonton kejadian memilukan tersebut. Keilana dan Marsha saling tatap lalu mengikuti Desinta, tidak pern