"Makasih ya, Om, Tante, udah ngizinin Abel tinggal di sini dan mau direpotin sama Abel." Orang tua Dean pun tersenyum. "Udah kodratnya manusia buat tolong menolong. Abel jangan sungkan," ucap papa Dean. Memang sangat baik. Abel suka pada keramahan dan kebaikan keluarga Dean, ketua kelasnya yang selalu bisa diandalkan kalau soal pelarian. Sepertinya, rumah Dean memang tempat yang strategis untuk persembunyian. Kemarin itu, Abel berhasil lolos dari jeratan Loey. Dia sudah mencium maksud terselubung saat datangnya Loey ke rumah Ale, apalagi saat Loey membawanya ke bandara. Dari situ Abel beraksi, dia cukup licin untuk melarikan diri tanpa ada yang menyadari. "Makasih juga ya, Om, udah minjemin ponselnya buat nelepon Kak Ale." Mantan kekasih Marine (sobat Rahi) di masa kuliah dulu itu