Di sekolah, tepat saat bel pelajaran pertama dimulai Ale membuang napas lesu. Dia mencoba fokus pada materi yang sedang guru suguhkan, tapi nyatanya pikiran Ale sedang bercabang. Terkadang, cinta memang bisa mengganggu fokus lain yang seharusnya diutamakan. Dalam hal ini Ale mencoba untuk jadi panutan, dia tidak boleh menjerumuskan definisi cinta ke dalam kategori 'perusak kehidupan'. Ale akan buktikan bahwasanya, cinta itu bersifat membangun bukan malah menjatuhkan 'bangunan'. Jadi, saat ini Ale mengesampingkan kegundahannya tentang Abel, dia memusatkan seluruh inderanya pada materi yang guru berikan. Menempatkan sesuatu sesuai pada tempatnya, Ale yang duduk di kelas, Ale yang sedang dalam lingkungan pendidikan, otomatis seluruh fokus Ale ditempatkan dalam ranah pembelajaran. "Ssttt,