Gara-gara insiden anak angkat, Yogi harus bolos dari kantor dan siap mendapat semprot dari atasannya. Yogi tidak peduli, anak yang dia prioritaskan. Dari kenyang makan kue, Nathan juga tidak mau turun dari gendongan papanya. Dengan nayaman Nathan bersender di bahu papanya sembari memeluk lehernya erat. Padahal, Yogi sudah ingin melabrak orang-orang yang sudah meracuni otak anaknya. Begitu pula Yura yang sudah menahan diri untuk tidak menyemprot tetangganya. Yura heran, kenapa orang yang ingin mengacaukan rumah tangganya, selalu melewati Nathan? Dulu Nora yang mengguncang mental Nathan dengan trauma, sekarang tetangganya dan Fero yang juga meracuni otak Nathan. “Ma, kamu mau apa?” tanya Yogi pelan sembari mengusap pipi tembem istriya. Efek hamil, Yura jadi lebih berisi. “Gak pengen apa-

