Sebulan berlalu tanpa terasa dan semua masih tidak ada yang berbeda, kedatangan ayah mas Alvin sepertinya tidak memberikan efek apapun pada hubungan kami, semua berjalan normal seperti biasa. Yang berbeda adalah situasi rmah tanggaku. Tiba-tiba mba Fitri datang dengan perut besar ke rumahku mencari mas Reza. “Fira, aku sudah tidak mau lagi basa-basi dan banya cerita. Aku mau jujur saja. Lagian juga kamu tahu bahkan tanpa aku kasih tahu sekalipun…” ucap mba Fitri sambil menatapku lekat, jantungku berdetak cepat meski aku paham maksud pembicaraannya tapi tetap saja aku masih berat memahami kenapa situasi ini sedikit melukai harga diriku. “Maksudnya, Mba?” Aku bertanya dan emang pertanyaan ini pura-pura. “Kamu lihat, mba hamil karena mas Reza dan sebentar lagi mba melahirkan. Kalau mba n

