Ketegangan di Hotel

2543 Kata

Pintu kamar tertutup rapat. Suara klik kunci terdengar pelan, tapi efeknya seperti memutus udara di ruangan. Aku masih duduk di sofa, jemariku menggenggam kotak beludru itu erat, seolah jika aku melepasnya, keberanian yang barusan kupunya akan ikut meluncur jatuh entah ke mana. Aku menatap pintu yang baru saja dilewati mas Alvin. Ingin rasanya aku terbang ikut dengannya. Wajahnya tadi... pucat. Bukan pucat biasa. Bukan sekadar kaget. Itu pucat seseorang yang tahu ada sesuatu yang harus segera dibereskan, atau... sesuatu yang bisa menghancurkan semua rencana. Aku menelan ludah. Aku mulai panik dan merasakan seperti sedang berada di roller coaster. Angin dari celah pendingin ruangan menyapu kulitku, membuatku merinding. Tanganku bergerak otomatis, merapikan kimono yang kupakai, lalu me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN