"Halo, kalian," Samudra berusaha menyapa dengan suara ramah. Ara berjalan dibelakangnya, tak mau di gandeng, masih ngambek rupanya. Wajah ketiga perempuan di meja itu mendadak kaku, Cinta bahkan sedikit memucat. Namun dengan pintarnya dia merubah mimik wajahnya. "Ha_ hai, Bang Sam. Aku belom sempat bilang terimakasih sama Abang, karena udah nolongin aku tadi. Makasi banyak ya Bang, gak tau deh, apa yang akan terjadi sama aku kalau abang gak langsung nolong aku tadi," ucap Cinta semanis mungkin. Ara memutar matanya jengah, ia masih berdiri sembunyi di belakang tubuh Samudra, malas rasanya melihat wajah si Cinta itu. Ia ikut kesini hanya untuk mendengar apa yang akan diutarakan Samudra saja. Samudra menatap dingin ke arah Cinta. "Udah basa-basinya? Jangan kira saya gak tau kalau ini se

