Samudra membuang nafas kasar, emosinya juga masih tinggi. Membiarkan Ara dan dirinya tenang dahulu akan jauh lebih baik sebelum membahas masalah ini lebih lanjut. Samudra memutuskan untuk melihat keadaan Cinta di klinik penginapan. Sedikit banyak dia merasa bertanggung jawab atas keselamatan Cinta, ia hanya ingin memastikan gadis itu sudah benar-benar pulih. Sepanjang jalan menuju klinik, pikirannya masih berputar pada ucapan Ara bahwa Cinta melakukannya dengan sengaja, Cinta berpura-pura tenggelam untuk mendapatkan perhatiannya. Samudra menggelengkan kepalanya, tak yakin ada orang yang akan senekat itu hanya untuk urusan perasaan yang bahkan mungkin hanya perasaan sesaat. 'Masak sih? Memangnya si Cinta itu gak lihat, apa, ada Ara yang selalu berada disisinya?' Samudra bermonolog dala

