"Dari mana lo, Ta? Lama bener." "Gua dari kamar. Eh, eh ..., kalian tau, gak? Ternyata ya, si Ara-ara itu, tidur di kamar Bang Samudra lho!" Cinta memulai gossip. "Ah, masak? Benar pacaran dong, berarti." Eka membulatkan matanya. "Cocok sih, satunya cakep, satunya cantik." "Ih, bukan masalah cantik, cakepnya, Ka. Masalah tidur sekamarnya yang gua gak sangka. Kalau cewek baik-baik, walaupun itu pacarnya, pasti gak tidur sekamar berduaan juga. Apalagi si Ara itu kan sama temennya bertiga kemari. "Tadi, gua juga lihat yang satunya ... siapa ya namanya, yang ini kan Danisha," ucapnya sambil menunjuk dengan dagunya. "Siapalah itu, lupa. Masuk ke kamar Bang Ferro, berdua. Gak tau deh ngapain, gua langsung cabut kemari aja tadi. Gak ada yang bener kayaknya mereka bertiga," Cinta menatap sini

