Shafa menekan perut bawahnya yang terasa nyeri, sudah langganan setiap bulan sebenarnya, tapi tetap saja meringis dan bad mood bila menjalaninya. "Nih, aku biasanya minum jus wortel kalau lagi senggugut," Ara menyerahkan jus yang baru saja dipesannya di dapur hotel itu pada Shafa. "Bisa hilang sakitnya?" Danisha ikut penasaran. "Efeknya memperlancar. Senggugut ini kan karena hari pertama tuh, biasanya belum lancar keluarnya, masih tersendat-sendat makanya sakit. Kalau dah lancar, in sha Allah sakitnya juga hilang." "Mudah2an deh, biasanya kalau lagi gak tahan, aku minum paracetamol aja, sih," Shafa bangkit dari rebahannya sambil meraih jus dari tangan Ara. "Aku coba ini dulu deh, entar malam kalau belum hilang juga, baru aku cari paracetamol nya." "Ya udah, buru, Fa. Entar tu cabe-c

