MAMD-44

1260 Kata

Danisha melototkan matanya saat mendengar ketiga perempuan di meja Arya sedang terkikik dengan centilnya. Entah apa yang sedang ditertawakan mereka bersama Beni dan Farrel, karena ketiga pria yang lain tampak asik sendiri dengan ponsel dan kopinya masing-masing. "Dasar cabe-cabean!" dumel Danisha pelan. "Siapa tuh yang lagi diincer mereka. Kelihatan banget cari perhatiannya." Ara ikut menoleh ke arah meja sebelah, tepat saat Samudra juga sedang menatapnya. Meski sudah menjadi suaminya lebih dari setengah tahun, namun tatapan mata Samudra yang tajam dan menghanyutkan itu masih saja menggetarkan hatinya. Seketika pipi Ara memerah, ia tersipu ditatap sedemikian rupa oleh suaminya. Samudra tersenyum gemas memandang keluguan istrinya, apalagi kini wajah Ara yang tampak merona. Samudra mengg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN