MAMD-35

1155 Kata

Sejak di rumah keluarga Danisha, Ara belum bertegur sapa dengan Damar. Hanya sesekali pandangan mereka bertemu, yang berakhir dengan senyum simpul saja. Keduanya saling menghindar. Ara takut membuat Damar kembali labil, demikian juga dengan Damar sendiri, ia ingin fokusnya tak terpecah dengan bayangan Ara. Namun setelah mengucapkan ijab kabul tadi, keduanya merasa lega dan bahagia. Ara lega karena Damarnya telah syah menjadi milik Sheila seutuhnya, terikat dengan sumpah dan janji dihadapan saksi, tak hanya kepada istrinya tapi juga kepada Tuhannya. Sebagai laki-laki sejati, Ara yakin, Damar akan menjaganya sepenuh hati. Dan Ara bahagia, karena selanjutnya hari-hari Damar akan dipenuhi oleh cinta dan kasih sayang dari Sheila yang kelak akan membuatnya tak punya waktu untuk memikirkan Ara l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN