Ara sudah merasakan keanehan pada Samudra sejak diperjalan tadi. Sekarangpun, saat telah sampai di rumah, Samudra langsung masuk saja kedalam rumah tanpa menunggu Ara. "Si Aa' kenapa, Ra?" Airina menahan lengan Ara sesaat Ara akan menaiki tangga menuju kamarnya. "Kalian tengkar?" "Mama ngerasa juga?" Airina mengangguk. Ara mendengus pelan, "Tapi tadi gak kenapa-napa kok. Tiba-tiba aja pas di mobil, jadi aneh gitu." "Apapun masalahnya, bicarain baik-baik ya, Ra, jangan pake emosi," nasehat Airina sambil mengelus lengan Ara perlahan. "Ih, Mama, kok jadi bikin aku deg-degan!" Ara tiba-tiba memucat. "Aku naik dulu, Ma." Airina mengangguk pelan. Ceklek... Ara membuka perlahan pintu kamar. Tidak tampak kehadiran Samudra, namun terdengar suara shower menyala di kamar mandi. Ara memilih unt

