"A'! Aa'! Jawab aku! Jangan diem aja," Lirih Ara sambil terisak perlahan. Pukul 01.25 dini hari. Ia tersentak dari tidur gelisahnya kala ponselnya berdering. Ara kembali menatap layar ponselnya, tertera nama suaminya disana dan masih terhubung, namun tak ada suara apapun. "Pulang ya, A'. Marahin aku kalau aku salah. Jangan diemin aku kayak gini. Jangan jauhin aku. Ini lebih sakit daripada kamu omelin," Ara menajamkan pendengarannya, namun masih tak ada suara balasan apapun dari ujung disana. "A', maafin aku. Apapun salahku, aku minta maaf. Aku pasti gak sengaja ngelakuinnya. Nanti pulang ya, A'. Aku kangen ...," isaknya lagi. Ara membiarkan ponselnya menempel di telinga, ia merebahkan badannya dalam posisi miring sambil memeluk baju batik yang dipakai Samudra tadi saat menghadiri acara

