"Pagi, Yah!" Ara celingukan mencari mamanya. "Mama mana, Yah?" tanyanya lagi sambil mencium pipi Donni. "Lagi ama si Mbok, lihat tukang sayur di depan," Donni menahan Ara yang ingin menyusul Airina ke depan. "Kamu udah gak panas lagi?" tanya Donni sambil meletakkan telapak tangannya dikening Ara. Ara menggeleng sambil menyengir. "Alhamdulillah. Hari ini ada kelas?" "Ada nanti, jam 10," ucap Ara sambil menuangkan teh hangat ke dalam cangkir yang telah tersedia. "Masih demam, Ra?" sapa Airina sambil berjalan dari arah pintu garasi menuju ruang dapur. "Udah enggak, Ma." "Iya lah, obatnya udah pulang, ya, kan?" Airina terkikik di depan pantry sambil menyusun sayuran yang akan dimasak. Ara memanyunkan bibirnya begitu mendengar ledekan Airina. "Sam disini?" tanya Donni, Ara mengangguk pel

