"Sayang, bangun, yuk. Habis subuh aku jalan sama Ayah. Neng ..., Sayaaang ...," suara Samudra terdengar sayup-sayup ditelinga Ara yang masih terpejam. Ara menggeliatkan tubuhnya sejenak sebelum mengerjap-kerjapkan matanya menjernihkan pandangan. "Aa', kok udah rapi? Jam berapa emang ini?" "Setengah jam lagi masuk waktu subuh. Kamu gak mau peluk-peluk aku dulu, sebelum aku jalan?" kerling Samudra jahil. "Mauuu... Tapi kok baru bangunin aku sekarang sih, kan aku pengen bikinin sarapan untuk Aa' dulu, rencananya," rengeknya sambil memeluk pinggang Samudra yang sedari tadi duduk miring ditepi tempat tidur disampingnya. Kepalanya berada dipangkuan Samudra, menghidu wangi tubuh Samudra dari luar kaos dalamannya. "Kalau sekarang mana ada waktu lagi," suara Ara teredam diperut Samudra. Samu

