"Dulu, Bunda kamu juga begitu, waktu hamil muda kamu. Dikit-dikit nangis, dikit-dikit ngambek. Belum lagi manjanya, nambah berkali lipat. Pernah, ayah lupa, salah toko waktu beli pesanan bunda kamu sepulang kerja, nangisnya sampe sejam, ngambeknya semalaman," Ari berkisah pada Samudra tentang masa kehamilan Verisha sambil terkekeh. Bagi Ari pengalaman setiap kehamilan Verisha sangatlah membekas. Pertama saat mengandung Samudra, Verisha mengalami kelabilan emosi yang dianggap Ari sudah berada di tingkat dewa, sehingga membutuhkan kesabaran super extra untuk menghadapinya. Sedangkan dalam kehamilan kedua nya, Verisha terus mengalami pendarahan, yang menyebabkan ia harus menjalani bad rest selama hampir tiga bulan, dan berakhir dengan tidak bertahannya janin di dalam kandungan. Hal terseb

