Bab 20. Tatapan Tajam Luca

1304 Kata

Bab 20. Tatapan Tajam Luca “Silau. Siapa itu?” lirih Elara seraya menutup wajah. Cahaya lampu mobil yang tiba-tiba menyilaukan itu perlahan meredup. Elara yang sempat memejamkan mata, kini menatap sosok yang keluar dari balik pintu. Pria itu tinggi, tegap, dengan ekspresi yang selalu kaku dan dingin. "Luca!" seru Rafael lega, seolah melihat penyelamatnya datang. Luca berjalan cepat mendekat, matanya menyapu kondisi Rafael yang berlumuran darah di bahu dan lengannya yang terluka. Ia mengabaikan pemandangan Elara yang bergelayut ketakutan di samping Bosnya. Profesionalisme adalah tameng utamanya. “Sorry, Bos, Aku telat. Barusan aku mendapat laporan bahwa seluruh sistem keamanan utama dimatikan. Saat aku kembali, seluruh penjaga sudah lumpuh.” Luca melapor dengan nada suara yang tegas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN