BAB 38. Kerusuhan di Markas “Bos! Maaf mengganggu… tapi ada masalah di markas!” teriaknya suaranya terputus-putus. Rafael berbalik, matanya yang masih penuh kecurigaan terhadap Vania dan Rio sekarang berubah menjadi kemarahan yang mendalam. “Apa masalahnya? Jangan cuma berdiri di sana dan berbicara setengah-setengah!” Pekerja itu menelan saliva, tubuhnya masih gemetar. “Barang-barang yang dikirim Mr Joe… ada yang salah, Bos. Beberapa peti yang seharusnya isinya barang elektronik ternyata kosong! Dan yang lain… isinya bukan barang yang kita sepakati. Ada bungkus-bungkus kecil yang terbungkus dengan plastik, warnanya putih dan kecoklatan, kami takut itu adalah nar—” Suara itu membuat semua orang terdiam. Rafael mengeras rahangnya, tulang rahangnya terlihat menonjol. “Kosong? Narkoba? B

