Bab 113: Titik Terang

1274 Kata

Raka pulang ke rumah setelah maghrib dengan wajah lesu. Citra sudah bergegas menyambutnya di teras saat mendengar suara mobil suaminya, berharap laki-laki itu pulang membawa anak sulungnya. Tapi ia mendesah kecewa begitu melihat Raka turun seorang diri. Bermacam pikiran buruk menguasai kepalanya seketika. Bayangan Ans diculik dan dilukai orang membuatnya bergidik ngeri. Jantungnya berdebar lebih kencang. Matanya seketika basah. “Abang,” dia memeluk suaminya begitu laki-laki itu sampai di hadapannya. Raka menghela napas. “Ans tadi sempat mampir di panti. Tapi aku susul ke sana Ans sudah pergi lagi. Maaf. Aku akan cari lagi setelah ini. Setidaknya kita tahu Ans tidak kenapa-napa.” Citra mengangguk. Dia tahu Raka sudah menyebar beberapa orangnya juga tapi Ans sepertinya memang belum mau m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN