Bab 112: Menghilang

1316 Kata

Matahari sudah semakin condong ke barat, sementara Ans masih berjalan membiarkan kakinya membawanya entah kemana lagi. Ia sempat beristirahat sore tadi di masjid. Menunaikan kewajibannya, kemudian duduk beberapa saat sambil membeli jajanan dan air mineral dari abang-abang yang mangkal di depan masjid. Dari penampilannya yang bersih, siapapun bisa mengira Ans bukan anak orang sembarangan. Dia memang terlihat lebih kucel dibanding biasanya karena debu dan keringat, tapi ia tidak dekil. Kaki panjangnya akhirnya membawanya sampai di depan sebuah panti asuhan. Ans ingat omanya pernah mengajaknya ke panti asuhan ini. “Hai, ngapain? Mau masuk?” tanya seorang pemuda yang baru datang dengan sepeda motor. Pemuda itu memarkirkan sepeda motornya dan kembali mengajak Ans masuk. “Ayo.” Ans melangkah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN