“Ans, ini bukannya Papa lo ya?” Firlian, teman Ans menunjukkan story Angel yang terbaru pada Ans. Ans mengernyit. Ia dan Angel memang sudah tak satu sekolah lagi. Tapi beberapa teman SMP nya ada yang masuk SMA yang sama dengan Ans, termasuk Firlian. “Kirim ke nomerku.” Firlian mengangguk. “Yang waktu itu labrak lo di depan gerbang sana itu nyokapnya Angel bukan sih?” Ans memperhatikan foto yang baru saja dikirim temannya itu. Sepasang mata tajamnya berpijar marah. Itu memang ayahnya. Untuk apa ia berfoto dengan menggendong bayi seperti itu, dengan Angel dan perempuan itu duduk di ranjang rumah sakit. Itu anak mereka? “Ans, lo sama Angel satu bapak?” tanya Firlian hati-hati. Ans menatapnya tajam. Ada kemarahan yang tak bisa lagi ia sembunyikan. “Gue nanya doang, Ans. Gak usah marah g

