Selama Citra dan anak-anaknya tinggal di rumah orang tua Citra, Raka jarang pulang ke rumah. Ia seakan tak tahu lagi kemana harus pulang. Baginya, rumahnya hanyalah Citra. Tapi kini perempuan itu bahkan enggan membalas pesannya meski ia terus mengiriminya pesan setiap hari. Raka menyewa sebuah apartemen di gedung yang sama dengan apartemen Rey yang digunakan untuk kantor. Ia menghabiskan waktu hingga malam untuk mengumpulkan semua bukti yang dibutuhkannya. Mencari orang-orang yang terlibat malam itu. Raka benar-benar kurang tidur. Makannya pun tak teratur. Ia akan pulang ke rumah untuk mengambil beberapa baju bersih sekaligus meletakkan baju kotor. Bik Nani, yang melihat perubahan bobot tubuh dan wajah kuyu bosnya menjadi prihatin. Ia menelpon Citra melaporkan kondisi Raka, berharap semu

