Edgard menghentikan mobilnya di depan sebuah gudang besar yang merupakan markas Felix, yang dijaga ketat oleh beberapa pengawal bersenjata. Tidak lama kemudian beberapa mobil lain juga berdatangan. Edgard menyuruh pengawal yang lain untuk mengikuti mereka ke markas Felix. Damian dan Edgard keluar dari mobil begitupun dengan para pengawal Damian. Mereka langsung membuat barisan dan berdiri di belakang Damian dan Edgard. "Biarkan kami masuk!!" Seru Edgard dengan tatapan yang tajam. "Tuan Felix tidak mengijinkan siapapun masuk ke markas." Sahut seorang pengawal dengan tatapan yang sama tajamnya. "Kalian sangat berani ya membuat masalah denganku. Buka pintunya!!" Seru Damian geram. Tapi para pengawal itu malah mengangkat senjatanya. "Tidak, tanpa ijin dari Tuan Felix!!" Damian tersenyu

