50. Sangat Bahagia

1437 Kata

Audi mengawasi ballroom hotel berbintang kunjungannya, penuh rasa takjub. Pandangan Audi terus menyisir sekitar dari atas sampai bawah. Kendati demikian, kedua kaki Audi tetap mengimbangi langkah pelan Langit yang sampai detik ini masih menuntunnya. Suasana di sana penuh bunga bernuansa putih sekaligus merah muda. Suasana yang benar-benar manis, dan itu Audi banget. Hingga rasa ingin memiliki resepsi pernikahan layaknya resepsi pernikahan yang tengah dirinya datangi, mendadak tumbuh dengan sangat pesat. “By, ... aku mau yang begini,” lirih Audi sengaja mengabari suaminya. “Hah?” kaget Langit yang kemudian menatap serius Audi. “Aku, ... mau yang begini. Kita kan belum gelar resepsi,” ucap Audi. “Oh ....” Langit berucap sangat lama, dan berakhir tersipu. “Enggak harus sebesar ini t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN