43. Penuh Perjuangan

1832 Kata

“Pa, aku enggak bisa lanjutin rapat ini. Istri aku butuh aku. Aku harus segera menemuinya!” ucap Langit sudah langsung buru-buru pergi dari ruang rapat. Opa Levian mengangguk-angguk, merestui kepergian putranya. Langit pergi dengan langkah cepat yang lama-lama menjadi lari. Sambil melakukannya, kedua tangannya juga sibuk mengelap tuntas air matanya. Tak lupa, Langit masuk ke dalam ruang kerjanya. Di sana, Langit bukan untuk mengambil tas kerjanya. Karena setelah sang sopir datang membawa dua kantong besar sekaligus, Langit sudah langsung menyulap dirinya menjadi Green. Mencuci wajah dan mencukur bulu-bulu yang tumbuh di sekitar rahang maupun kumisnya, Langit lakukan di awal sebelum dirinya merias wajah. Fatalnya, beberapa hari tidak melakukan rias menjadi Green, membuat suami dari Audi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN