Di kediaman Tedja, jam 02.30 dini hari. Baik Tanu, Rani maupun Daniel, tidak ada yang bisa tidur. Daniel malah berjalan mondar mandir gak jelas. Rani sudah menangis sesenggukan dipeluk Tanu. “Haaah! Ini kenapa gak ada yang kasih aku kabar sih?” Daniel membanting ponsel mahalnya ke sofa, menegak air mineral dingin sebotol penuh sampai habis. Tanu geleng-geleng kepala. Dia yang meminta orang-orang terlatih suruhannya untuk langsung melapor ke dia, satu-satunya orang yang masih berpikir waras di rumah itu. “Dan, kamu tidurlah. Biar papa nanti yang hubungi Tim Delta. Kamu tidur saja.” Kenapa Tanu bisa setenang itu? Tentu saja karena dia terus menerus mendapat update terbaru dari ketua Tim Delta. “Papa bilang mereka profesional, tapi mana buktinya? Sampai sekarang belum ada kabar sama seka