52. Father (2)

1398 Kata

Bhanu Pov Beberapa hari yang lalu … Aku terdiam usai mendengar pertanyaannya. Arif Wijaya? Ck, ternyata lelaki itu masih punya nyali untuk datang ke rumah ini? Aku hanya tertawa miris dalam hati. “Apa aja yang lelaki itu bilang sama kamu kemarin?” “Ya, dia datang untuk mengucap belasungkawa atas wafatnya almarhummah ibu. Beliau baru bisa datang kemarin karena baru selesai dari pekerjaannya di luar negeri.” Apa yang ada di kepala lelaki itu sebenarnya? Mengapa dia masih peduli dengan ibu setelah apa yang dilakukannya dulu? “Dia juga titip salam buat Kak Bhanu. Dia juga minta kalau kapan-kapan kita bisa berkunjung ke rumahnya.” “Ck … lelaki tua itu terlalu banyak berharap. Apa dia gak sadar diri setelah apa yang dia perbuat ke ibu dan aku?” ucapku sinis. “Sabar, Kak. Sabar,” uca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN